31 Jan 2015

Film: PK (2014)

“Film brilliant yang mengangkat isu tentang perbedaan aliran kepercayaan/agama. Tanyakan pertanyaan2 bodoh a’la PK, mungkin anda akan menyadari bahwa selama ini anda ‘Salah Sambung’ di mana ritual kepercayaan/agama yang anda lakukan dan anda agung-agungkan mungkin hanya manipulasi pikiran semata yang pada kenyataannya tidak dapat mendekatkan anda dengan Tuhan YME. Film ini mengajak kita untuk menggunakan akal pikiran dalam memilih apa yang kita percayai dan tidak mudah percaya dengan apa yang kita lihat dan dengar, terutama dari pemuka agama/kepercayaan sebagai figur pemimpin umat yang menyampaikan perkataan atas nama Tuhan. Film ini tidak berat kepada salah satu agama/kepercayaan, melainkan menyentil penipuan berkedok agama/kepercayaan. Recommended movie.” – Ru.

Kalimat di atas saya tulis pada timeline account Facebook saya beberapa waktu yang lalu. Saking bagusnya film PK, saya tergerak untuk merekomendasikannya ke teman-teman dan publik secara luas.

Saya merekomendasikan film PK karena baru kali ini saya menemukan film yang mempersoalkan banyaknya agama/kepercayaan namun tidak memprovokasi penganut agama/kepercayaan tertentu. Film ini tidak membenarkan maupun menjelek-jelekan agama/kepercayaan melainkan mengajak penonton untuk bersikap kritis dan menggunakan logika ketika memutuskan menjadi pengikut suatu agama/kepercayaan.

Saya menonton film PK dan menemukan bahwa film ini menyampaikan pesan yang bagus kepada penontonnya. Salah satu pertanyaan yang pernah terpikirkan oleh saya seperti “Agama apa yang paling benar?” menjadi salah satu isu dalam film ini. PK dapat menggambarkan jawaban atas pertanyaan tersebut dengan contoh-contoh sederhananya yang masuk akal.

Perbedaan agama/kepercayaan tidak jarang menimbulkan konflik perorangan hingga perang antar negara. Film ini juga mengajak penontonnya untuk menyikapi perbedaan agama/kepercayaan dengan bijaksana dan bukan dengan menghantam fisik.

Semoga teman-teman yang menonton film PK bisa mendapat pencerahan seputar agama/kepercayaan.

Film ini bukan film serius. Genrenya drama komedi fantasi fiksi sehingga menontonnya pun santai dan menyenangkan.


Trailer PK (2014):


22 Nov 2014

One Birthday Eve


Satu hari menjelang ulang tahun saya, saya tidak dapat menahan tangis.. perasaan kehilangan orang yang saya cintai. Orang itu sangat menyayangi saya. Dia selalu mengingat hari ulang tahun saya. Beberapa hari sebelum ulang tahun saya, biasanya dia pasti akan menanyakan saya mau makan apa. Dia selalu memasak dan membelikan makanan yang enak untuk merayakan ulang tahun saya. Tahun lalu dia membelikan saya kue ulang tahun untuk pertama kalinya. Itu adalah hal yang tidak biasa. Keluarga kami tidak seperti keluarga lainnya yang biasa merayakan ulang tahun dengan birthday cake. Namun kali itu, dia sangat ingin membelikan saya kue ulang tahun. Orang itu adalah mama saya.

Hal yang sangat kuinginkan saat ini adalah bertemu dengan mama. Aku ingin mendengar suara mama membangunkanku di pagi hari. Aku ingin melihat wajahnya yang menaruh harapan dan semangat pada diriku. Aku rindu mendengar ceritanya, walau itu mungkin hanya cerita tentang sinetron di televisi.

Kalau dia melihatku menangis saat ini, dia mungkin akan memarahiku dan bilang “jangan cengeng!” Dia tidak suka melihat orang menangis. Dia pun tidak suka menangis dan terlihat tangguh. Pada saat dia kesakitan aku tidak pernah melihatnya menangis maupun minta perhatian. Dia berprinsip tidak mau menyusahkan orang lain.

Oh… Tuhan yang telah menuntunnya keluar dari kegelapan dan menggenggam tangannya di bawah langit merah, semoga Tuhan membimbing mama, meletakkan sukacita dan damai sejahtera di jiwanya karena dia telah bertemu dengan-Mu dan menyingkapkan salah satu misteri semesta alam.

Aku ini anak kesayangannya, anak yang selalu dibangga-banggakannya, dan aku merindukannya…

24 Des 2013

Gaya Hidup: Penampilan Prima

Di akhir tahun ini, saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 2 kg. Saya harus membuat lubang baru pada tali ikat pinggang saya. Pakaian pun terasa agak longgar akibat dari fisik yang sedikit lebih ramping.

Bulan April adalah awal di mana saya mulai mengubah kebiasaan hidup saya. Saya mulai rutin berolahraga untuk menjaga kesehatan dan agar tampil lebih fit. Jenis makanan yang saya makan juga lebih diperhatikan komposisinya. Makan makanan yang bergizi, rendah lemak, rendah gula, kaya akan protein, dan berserat.

Saya memiliki komitmen setidaknya sekali dalam seminggu berolahraga minimal 20 menit. Sejak bulan Juni, saya menandai kalender tanggal-tanggal di mana saya melatih tubuh saya. Motivasi saya cukup kuat untuk mempertahankan konsistensi berolahraga setiap minggu. Motivasi berhasil mengalahkan rasa malas dan menciptakan semangat yang menyala. Motivasi saya sederhana, yaitu membentuk figur yang sempurna sesuai standar saya. Keinginan yang divisualisasikan dalam pikiran telah mendorong saya untuk berusaha mencapainya.


Saya tidak pergi ke gym. Di youtube banyak video yang mengajarkan gerakan olahraga yang bisa dilakukan di rumah seperti plank, mountain climber, crunch, dll. Tulisan di berbagai situs web juga membantu menambah pengetahuan tentang manfaat gerakan yang saya lakukan.
Dari video dan berbagai artikel di situs web, saya merangkum informasi tentang membentuk tubuh yang proporsional sbb:
  1. Cara terbaik untuk mendapatkan berat badan ideal adalah dengan meningkatkan metabolisme tubuh. Ada orang yang makannya banyak tetapi tetap kurus karena pembakaran kalorinya cepat. Meningkatkan metabolisme bisa dilakukan dengan cara meningkatkan massa otot. Berolahragalah secara rutin dan lakukan gerakan yang bervariasi untuk melatih otot tubuh yang berbeda.
  2. Kurangi jumlah asupan kalori yang masuk dengan mengatur menu serta pola makan. Jangan melewatkan sarapan pagi. Makan lebih sering dengan porsi yang sedikit adalah lebih baik daripada jarang makan tetapi sekali makan porsinya besar. Hindari makanan: siap saji, berlemak, manis (kadar gula tinggi), mengandung banyak sodium/natrium. Beberapa jenis makanan yang membantu meningkatkan metabolisme: mengandung omega 3 (seperti ikan salmon), teh hijau, kopi, cabe, makanan berprotein (seperti telur, daging), susu, dll. Makan makanan berserat seperti sayuran, buah-buahan, dan ubah menu nasi putih menjadi nasi merah.
  3. Untuk merampingkan bagian tubuh tertentu, tidak bisa dengan hanya melatih bagian tubuh itu saja. Misalnya ingin mendapatkan flat abs, tidak bisa dengan hanya melakukan sit-up atau melatih otot perut saja. Setelah rutin berolahraga, bagian tubuh yang berkurang kadar lemaknya bisa saja berbeda urutannya. Ada orang yang rampingnya mulai dari tangan, kemudian secara berurutan kaki, wajah, pinggang, dll. Ada juga orang yang rampingnya mulai dari pinggang, wajah, kemudian baru kaki, tangan, dll. Tiap orang bisa berbeda urutannya. Jadi kalau targetnya adalah bagian tertentu, sebaiknya melakukan olahraga yang besar pembakaran kalorinya sehingga secara bertahap rampingnya bisa sampai ke bagian tsb.
  4. Istirahat yang cukup dan jangan tidur terlalu larut malam. Kurang tidur bisa mengakibatkan melambatnya metabolisme tubuh.
 Semoga informasi ini bermanfaat 😊

12 Agu 2013

Filosofi Kehidupan: Kehendak Tuhan

Berikut ini adalah percakapan antara dua orang sahabat tentang kehidupan.

P1: Setiap makhluk diberi peran masing2 agar semua berjalan sesuai dengan alur yg ditetapkan. Lalu muncul sebuah pertanyaan “karena semua sudah ditetapkan, salahkah orang yang berbuat jahat? apabila tidak ada manusia yang sanggup berkehendak atau bertindak atas kemauan sendiri, maka bukankah orang jahat itu sebenarnya hanya menjalankan kehendakNya? dan orang baik juga sama”

P2: iya

P1: “tidaklah layak seorang baik dipuji dan orang jahat disalahkan”, gw dulu mikir begitu ahahhaha sekarang beda lagi sih

P2: sekarang?

P1: karena semua memang sudah ditetapkan dan hanyalah kehendak yang berjalan, orang jahat atau orang baik, bukankah semua hanya peran. Di saat semua tidak bisa berkemauan dan berjalan dengan sendirinya tetapi hanyalah dijalankan saja, maka apalah bedanya orang baik, jahat, aku atau kamu? karena semua hanyalah kehendakNya, karena Dia berkehendak maka semua ada, maka terbentuklah cerita, maka semua berjalan. Maka dari itu, orang baik, jahat, aku, kamu, menyalahkan atau memuji, lakukan saja semuanya. Tidak mengapa menyalahkan atau memuji karena bahkan pujian dan tuduhan berasal dari kehendakNya yang kita jalankan. Maka hidup hanya patut dijalani. Turuti saja keinginan. Bahagiakan orang lain dan diri sendiri. Karena saat kesadaran telah terlampaui, bukankah semuanya hanya oleh Dia saja. Gampangnya jalani aja, enjoy aja hahahaha

P2: hahaha, ntar klo udah kiamat baru bisa tanya2 deh

P1: yup, hahahaa klo udah waktunya baru deh tanya2, hahahhaa

P2: klo gw mikirnya beda lagi

P1: gimana?

P2: kehendakNya ada tapi ngga dipaksakan. Manusia bebas milih. Segala sesuatu yg baik itu kehendakNya. Klo segala sesuatu udah ditetapkan mutlak, ngga akan ada baik dan jahat. Kenapa cuma berkehendak tapi ngga ditetapkan mutlak? Kenapa udah tau tapi dibiarkan terjadi?

P1: terus?

P2: gw sendiri ngga tau jawabannya

P1: hahahahaha

P2: manusia diciptakan menurut gambaranNya. Klo sebagai manusia gw bisa mengatur semuanya mutlak harus sesuai kehendak gw

P1: terus?

P2: kayaknya bekalan membosankan klo segalanya pasti


ym, 27 November 2012.

4 Agu 2013

Serius Jatuh Cinta Diam-diam

“Ru, muka lo serius banget!” begitu kata seorang teman yang menghampiriku saat aku sedang berkutat di depan komputer. “Hah? Enggak ah, biasa aja”, kataku menampik. Tidak hanya di depan komputer, beberapa teman juga bilang mukaku serius ketika aku sedang mengerjakan sesuatu padahal aku sedang dalam modus tenang dan santai. Karena sering dibilang muka serius, aku jadi membayangkan.. saat sedang di depan komputer muka serius, baca buku muka serius, lagi makan muka serius, di toilet muka serius… teman-teman memang kadang bisa melihat apa yang tidak kita lihat pada diri sendiri. Akhirnya, tiap kali ada yang bilang mukaku serius, dengan santainya aku akan bilang, “nggak kok, emang udah default muka gw begini”.


Sekarang, aku serius jatuh cinta diam-diam. Kalau dia itu sebuah planet, aku mau jadi satelit yang selalu mengitarinya. Dia itu seperti magnet buat mataku. Ke mana dia beredar, mataku selalu tertuju ke arah dia. Pernah saat sedang asiknya memandang dia dari samping belakang, tiba-tiba.. *zink* dia melirik ke arahku. Bulatan hitam matanya mengunci diriku mematung tak berkutik. Dengan respon yang terlambat, perlahan aku memutar kepala agar mataku bisa lepas dari matanya.

Saat melihat dirinya, ada beberapa pertanyaan yang aku ajukan kepada diriku sendiri. Aku berpikir apa aku bisa komitmen suka sama dia. Kalau dia sudah tua, secara fisik tidak menarik lagi, apa perasaanku ke dia nantinya masih bisa tetap sama? Kadang dia kelihatan berkilau, kadang kelihatan lusuh. Apapun kondisinya, setiap ada kesempatan melihatnya aku seperti berada di sebuah taman yang udaranya sejuk. Taman yang tadinya hanya dipenuhi tumbuhan hijau akan berubah menjadi taman berbunga tempat kupu-kupu bermain kalau melihat dia tersenyum. Bagaimana cara membuat dia tersenyum dengan kehadiranku menjadi pertanyaan berikutnya.

Sabtu 27 Juli 2013, aku membeli buku “Manusia Setengah Salmon” dan “Marmut Merah Jambu” yang ditulis Raditya Dika. Kegilaan yang disajikannya dalam video stand up comedy di Youtube membuatku tertawa dan tertarik untuk membaca buku yang ditulis olehnya. Baru selesai baca bab pertama buku Marmut Merah Jambu, ceritanya pas sekali dengan pengalamanku saat ini. Judul bab pertamanya adalah “Jatuh Cinta Diam-diam”. Ya, blog kali ini kutulis karena terinspirasi dari cerita di buku itu. Ceritanya berbeda dengan ceritaku, tetapi intinya sama. Mereka yang jatuh cinta diam-diam… kenapa diam-diam?

20 Mei 2013

Red Black Heart


Ada sesuatu yang berbeda. Itu yang kurasakan saat pertama kali berkenalan dengannya. Karena kesibukan, aku tidak ingat namanya bahkan wajahnya. Setiap ada kesempatan bertemu kembali, aku memperhatikan dirinya dengan seksama. Ada rasa penasaran yang membuatku berpikir. Pada suatu kesempatan, kami bertatap muka sambil bercakap-cakap. “Biasa aja, gue ngga mungkin suka sama dia”, kataku dalam hati. Aku meyakinkan diriku bahwa dirinya tidak menarik.

Suatu hari, dia lewat sambil tersenyum kepadaku. Sejenak waktu terasa berhenti, aku diam terpaku. Sekian detik aku tidak bisa mendengar apapun selain detak jantungku. Terang telah menyinari sudut hatiku yang tertidur dan membangunkannya dengan kehangatan. Setelah dia berlalu, aku tersenyum sendiri. Aku merasa senang. Aku mulai sering memikirkan dirinya. Aku sadar, ternyata aku mulai menyukai dirinya. Aku lalu bertanya kepada diri sendiri, apa yang kusuka darinya. Jawabannya hanya: aku suka dia, kehadirannya membuatku merasa senang, sesederhana itu.

Ketika tiba saatnya menyukai seseorang, aku lalu teringat film Proposal Daisakusen. Dari semua film seri yang pernah aku tonton, Proposal Daisakusen adalah film seri terbagus yang aku rekomendasikan. Mulai dari plot cerita, karakter pemain, soundtrack, hingga visualisasi, komposisinya di tiap episode begitu memikat. Dari film ini, aku belajar bahwa aku harus lebih berani dan spontan mengekspresikan perasaanku. Orang yang selalu menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan kata hatinya akan menyesal karena hari esok mungkin tidak akan pernah ada kesempatan lagi.

Apakah hati ini merah sesaat bernyanyi sebentar kemudian kembali hitam diam dalam tenangnya? atau merah dan hitam saling merefleksikan pertanda untuk mencoba lebih berani? Masih ada waktu. Bukan menunggu, melainkan merasakan. Di hari terakhir langkahku terhenti di depannya, pertanyaan itu akan terjawab.

Sebagai penutup, untuk dia aku meminjam verse1 lirik lagu “Mirror” – Justin Timberlake:
Aren’t you something to admire, cause your shine is something like a mirror
And I can’t help but notice, you reflect in this heart of mine
If you ever feel alone and the glare makes me hard to find
Just know that I’m always parallel on the other side

23 Nov 2011

Tingkat Pendidikan Ukuran Kesuksesan?


07.07.07 dan 19.11.11 adalah hari bersejarah bagiku. Keduanya adalah tanggal di mana aku diwisuda. Untuk memperoleh gelar S1 aku mengorbankan kebebasanku demi mendapatkan beasiswa. Untuk S2 aku menguras tabungan dan menghabiskan sekitar 60jt rupiah. Bukan jumlah yang kecil, itu adalah hasil menabung dan kerja extra selama lebih dari 1 tahun.

Hari ini 23.11.11 aku berulang tahun yang ke 25++. Aku bertanya kepada diriku, apakah aku sudah sukses? Kenapa bukannya investasi dengan membeli properti, saham, atau emas, aku malah menghabiskan uang untuk pendidikan yang lebih tinggi? salah satu public figure yang menginspirasiku, Mario Teguh, pernah mengatakan bahwa sekolah itu ada dua. Yang pertama adalah sekolah berbentuk bangunan, ada guru yang mengajar, dan kita pun belajar menggunakan buku. Yang kedua adalah sekolah kehidupan, belajar melalui pengalaman. Jika kita tidak datang ke sekolah pada umumnya maka sekolah kehidupan yang akan memaksa kita untuk belajar. Perkataan Pak Mario itu membuatku takut membayangkan kerasnya paksaan sekolah kehidupan. Kemungkinan untuk gagal lebih besar bagi orang yang ilmunya rendah daripada orang yang sudah belajar banyak hal.

Ada perusahaan yang orang-orangnya memiliki gelar level S3/S2 seperti Doktor, PhD, MBA, MM, dan gelar-gelar tinggi lainnya. Namun, percayakah Anda kalau saya bilang perusahaan tsb dipimpin oleh seorang CEO bergelar Ir atau SE atau gelar-gelar selevel S1 lainnya? atau percayakah Anda kalau saya bilang CEOnya hanya tamatan SMA tapi mempekerjakan lulusan S1 dan S2? Anda harus percaya karena ini adalah kenyataan. Mengapa orang-orang dengan gelar pendidikan tinggi mau terus bekerja di bawah orang dengan gelar pendidikan lebih rendah?

Gelar pendidikan tinggi tidak menjamin keberanian seseorang untuk menyegerakan tindakan yang menjadikannya orang yang lebih besar. Tetapi itu akan memperkuat kredibilitas orang tsb. Jika Anda bisa memilih perusahaan untuk investasi (asumsikan kondisi perusahaan adalah seimbang), manakah perusahaan yang lebih Anda percaya, perusahaan dengan CEO seorang lulusan S3 atau perusahaan dengan CEO seorang lulusan S1?

Keputusan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sebaiknya adalah untuk ilmu, bukan sekedar keren gelarnya. Setelah lulus S2 apakah aku bisa dikatakan sukses? apakah aku akan lanjut S3? aku hanya bisa bilang, “Tunggu saja, kita lihat nanti” 😊

18 Okt 2011

Jadi orang baik itu…

“Emosi!”, satu kata yang bertengger di benakku hari ini. Darah yang naik ke kepala terlalu banyak berhasil menekan otakku hingga tak dapat berpikir dengan jernih. Aku mengawali hari ini dengan mood yang tidak happy karena hari sebelumnya aku dimarahi. Kata-katanya yang sama sekali tidak ada pengertian itu, membuatku tidak betah dan ingin pergi saja dari rumah. Di tengah hari, teman yang kumohon bantuannya malah menganggap aku sebagai beban, memvisualisasikan diriku dengan stereotype orang lain, dan memberikan alasan yang tidak logis. Kecewa? ya, jelas! dengan fakta-fakta yang ada, alasannya itu tidak dapat kumengerti…

Saat aku emosi, ada celah di mana pikiranku dipenuhi tekad untuk membalas. Mata ganti mata, gigi ganti gigi. Apa yang mereka perlakukan terhadapku akan kuperlakukan juga mereka seperti itu. Di sini aku berpikir, jadi orang baik itu susah! orang baik itu kalau ditampar pipi kirinya, dia akan memberikan pipi kanannya juga, dan bukan membalas. Orang baik itu kalau dipaksa menemani jalan sejauh satu mil, dia akan menemani jalan sejauh dua mil. Bayangkan diri kita sendiri dan orang-orang yang kita kenal, adakah yang seperti itu?

Kalau kita baik terhadap orang yang baik kepada kita saja, kita tidak ada bedanya dengan seorang penjual dan pembeli (ada uang = ada barang). Tetap baik walaupun kita tidak mendapatkan apa-apa, tetap baik walaupun orang telah berlaku tidak baik kepada kita.. itu yang membedakan nilai sebuah kebaikan.

8 Agu 2011

Ikuti Kata Hatimu (Belajar dari Steve Jobs)

Belum lama ini, aku bertanya kepada beberapa temanku,
“Kamu suka dengan pekerjaanmu yang sekarang?”
A menjawab, “suka sih, gw demen klo belajar2”
B menjawab, “ngga begitu, tapi aku sendiri masih bingung pekerjaan apa yang aku suka”
C menjawab, “suka, tapi gajinya itu lho.. kurang”.
Bagaimana dengan kamu sendiri?
Apakah kamu mencintai apa yang kamu kerjakan saat ini?

Pada kuliah Strategic Management pertemuan terakhir, dosen kelas kami mempertontonkan video pidato Steve Jobs di Stanford University pada tahun 2005. Siapa yang tidak kenal Steve Jobs? Dia adalah pendiri Apple dan Pixar, perusahaan inovatif yang terkenal di seluruh dunia. Video ini membuatku merenung selama beberapa hari. Mari kita simak langsung videonya.


Dari cerita Steve Jobs, aku bisa membayangkan hidup yang dijalaninya. Hidupnya bukan sekedar rutinitas yang tidak berarti. Dia mencintai pekerjaannya. Layaknya orang yang jatuh cinta, dia sempat mengalami patah hati karena dikeluarkan dari perusahaan yang dibangunnya. Hebatnya, dia bisa bangkit setelah jatuh ke titik terendah dalam kehidupannya. Aku terkesan dengan pidato Steve Jobs. Pelajaran berharga dari pengalaman hidupnya terangkum dalam pidato ini 😊

21 Jul 2011

Thesis Defense, 20 July 2011

Pada hari Rabu tanggal 20 Juli yang lalu aku secara resmi dinyatakan lulus setelah disidang selama kurang lebih 1,5 jam. Horayyy!!! Aku bersyukur untuk nilai yang kudapatkan. Tetapi aku bersyukur lebih lagi untuk pelajaran berharga yang kudapatkan dalam menghadapi sidang thesis yang membuat tidurku selama ini tidak tenang.

Perjuangan selama 20 bulan meraih gelar MM akhirnya selesai sampai di sini. Tidak hanya belajar ilmu manajemen, aku juga belajar mendengar, menulis, dan berbicara dalam bahasa Inggris. Ya, bahasa pengantar kuliahku ini adalah bahasa Inggris. Thesis pun harus kutulis dalam bahasa Inggris, termasuk presentasi saat sidang (“speak in English please!”).

Presentasi serta mempertahankan thesis seorang diri di depan 2 dosen penguji dan 1 dosen pembimbing membuat nyaliku kerdil. Memikirkannya saja membuat jantungku dagdigdug seperti berada di alam lain.. Aku takut saat aku tampil nantinya aku tidak lancar berbahasa Inggris, pikiran jadi blank (lupa semua yang sudah kupelajari), atau tidak dapat menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh mereka. Aku meragukan diriku sendiri dan takut dapat nilai jelek. Hal ini selalu terlintas dalam benakku dan membuat pikiranku jadi beku.

Melihat kembali ke sidang thesis yang sudah berlalu, aku rasa aku pasti gagal jika aku menjadi seperti apa yang kutakutkan. Ketakutan sangat ingin menguasai diriku dan menggagalkan potensi yang kumiliki. Agar bisa memberikan yang terbaik, pertama-tama aku harus menetralisir ketakutan dalam diriku. Belum lama ini aku baru saja membeli sebuah buku yang berjudul “ThinkerToys: ‘Handbook’ Permainan Berpikir para Pebisnis Kreatif” yang ditulis oleh Michael Michalko. Cobalah lihat gambar berikut ini.







Apa yang kamu lihat? Gambar segitiga dan panah? Perhatikan baik-baik sekali lagi yang bisa kamu temukan di dalam gambar. Aku baru selesai membaca bab pertama dan menerapkan latihan ‘Tik-Tok’ yaitu menggantikan gagasan negatif nan subjektif (Tik) dengan gagasan positif nan objektif (Tok). Saat kita melihat gambar sama seperti saat kita berpikir. Jika kita fokus hanya kepada warna hitam maka warna putih tidak akan memperlihatkan dirinya. Lihat gambar sekali lagi dengan fokus pada warna putih, kata apa yang terlihat pada gambar?

“We are what we eat”. Kalau makan racun bisa keracunan dan sakit, kalau makan makanan bergizi pasti tubuh sehat dan sistem kekebalan tubuh meningkat. Seperti halnya tubuh, jiwa kita juga perlu diberi makan. Ketika aku mulai merasa takut (entah itu saat gelap, saat kehilangan, ataupun saat mengambil keputusan yang akan menentukan masa depanku) ada kalimat favorit yang menjadi andalanku: “Jika Tuhan ada di belakangku, kepada siapakah aku harus takut? Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku”.

Sebelum dosen penguji memberikan pernyataan lulus atau tidaknya diriku, salah seorang dari mereka menanyakan, “How is your feeling now?” dan aku hanya menjawab, “Nervous..” Kenyataannya, pada saat bersalaman dengan mereka aku baru sadar bahwa tanganku tetap hangat, tidak dingin layaknya orang yang sedang grogi.

Sehari setelah sidang, aku meminta ucapan selamat dari beberapa temanku. Mereka langsung memasang wajah terkejut, hampir tidak percaya karena pada hari sidang aku masih bekerja seperti biasa. Untuk teman yang menanyakan jadwal sidang dan kubilang “rahasia!”, mian haeyo ^^

Kepada teman-teman yang bersedia meluangkan waktunya untuk mengisi kuesioner thesis saya, saya ucapkan banyak terima kasih. Kepada teman-teman yang membantu saya menyebar kuesioner, saya beruntung memiliki kalian sebagai teman. Kepada teman-teman yang menyebut nama saya di dalam doanya, terima kasih buat dukungannya. Semoga teman-teman selalu diberkati Tuhan, berada dalam kasih dan kebaikanNya senantiasa 😊

22 Apr 2011

If Life is so Short

Kemarin aku bangun pagi dengan perasaan tidak enak. Bangun pagi perasaan sudah sedih, kupikir itu hanya perasaan saja yang dengan berjalannya hari akan berlalu. Kucoba memulai hari dengan rutinitas seperti biasa. Namun hari itu, ada sesuatu yang berbeda.

Pagi-pagi aku pergi ke kantor dan langsung mengikuti kelas bahasa Inggris hingga pukul 11.00. Setelah itu aku kembali ke ruangan tempat kerjaku. Di situ, salah seorang temanku bertanya, “Udah dengar kabar belum soal MW?” Akupun balik bertanya, “hah!? MW? kabar apa?” Temanku memberitahu bahwa MW telah tiada dan aku begitu shock mendengar berita itu.. aku masih tidak percaya dan temanku meyakinkan bahwa berita itu memang benar. MW telah meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya..

Martin Wirawan a.k.a. MW (09-2) adalah teman sekaligus rekan kerja kami. Organisasi kami memiliki Network Administrator yang terbaik dan Martin adalah salah satunya. Sebagai seseorang yang memiliki impian dan cita-cita sebagai programmer game, Martin telah meninggalkan kenangan yang manis di ingatan kami.

Usianya yang terbilang masih muda (21 tahun) membuat kami semua merenung. Mimpi-mimpi yang pernah diceritakannya, gelar S.Kom. yang belum didapatkannya, dan masih banyak hal lainnya. Pertanyaan pun muncul dalam benakku, “Kenapa MW? Kenapa bukan orang lain yang tidak punya semangat dan tujuan hidup?” Aku tidak habis pikir.. terlintas juga di benakku, seandainya hari esok tidak pernah datang untukku, apakah aku sudah siap?

Aku jadi teringat sebuah mimpi yang membuatku takut. Di mimpi itu aku melihat sebuah film diputar. Film itu seperti film kuno dan aku begitu terkejut ketika melihat bahwa aku menjadi salah satu pemerannya. Ya, gulungan roll film itu berisi rekaman kehidupanku. Aku bisa melihat masa laluku di situ, perbuatan baik dan jahat yang pernah aku lakukan. Di akhir mimpi, aku melihat ada yang memegang gulungan roll filmku dan melebarkannya. Saat itu aku bisa merasakan bahwa dia tidak mau melihat lagi film lama yang diputar ulang dan dia memberiku kesempatan untuk membuat film yang lebih baik dengan gulungan roll yang baru. Saat terbangun, aku sadar bahwa hidup adalah kesempatan.

Selamat jalan Martin, semangat dan impianmu akan kami kenang dan kami lanjutkan. Terima kasih karena telah menjadi bagian yang memperindah kehidupan kami.