23 Nov 2011

Tingkat Pendidikan Ukuran Kesuksesan?


07.07.07 dan 19.11.11 adalah hari bersejarah bagiku. Keduanya adalah tanggal di mana aku diwisuda. Untuk memperoleh gelar S1 aku mengorbankan kebebasanku demi mendapatkan beasiswa. Untuk S2 aku menguras tabungan dan menghabiskan sekitar 60jt rupiah. Bukan jumlah yang kecil, itu adalah hasil menabung dan kerja extra selama lebih dari 1 tahun.

Hari ini 23.11.11 aku berulang tahun yang ke 25++. Aku bertanya kepada diriku, apakah aku sudah sukses? Kenapa bukannya investasi dengan membeli properti, saham, atau emas, aku malah menghabiskan uang untuk pendidikan yang lebih tinggi? salah satu public figure yang menginspirasiku, Mario Teguh, pernah mengatakan bahwa sekolah itu ada dua. Yang pertama adalah sekolah berbentuk bangunan, ada guru yang mengajar, dan kita pun belajar menggunakan buku. Yang kedua adalah sekolah kehidupan, belajar melalui pengalaman. Jika kita tidak datang ke sekolah pada umumnya maka sekolah kehidupan yang akan memaksa kita untuk belajar. Perkataan Pak Mario itu membuatku takut membayangkan kerasnya paksaan sekolah kehidupan. Kemungkinan untuk gagal lebih besar bagi orang yang ilmunya rendah daripada orang yang sudah belajar banyak hal.

Ada perusahaan yang orang-orangnya memiliki gelar level S3/S2 seperti Doktor, PhD, MBA, MM, dan gelar-gelar tinggi lainnya. Namun, percayakah Anda kalau saya bilang perusahaan tsb dipimpin oleh seorang CEO bergelar Ir atau SE atau gelar-gelar selevel S1 lainnya? atau percayakah Anda kalau saya bilang CEOnya hanya tamatan SMA tapi mempekerjakan lulusan S1 dan S2? Anda harus percaya karena ini adalah kenyataan. Mengapa orang-orang dengan gelar pendidikan tinggi mau terus bekerja di bawah orang dengan gelar pendidikan lebih rendah?

Gelar pendidikan tinggi tidak menjamin keberanian seseorang untuk menyegerakan tindakan yang menjadikannya orang yang lebih besar. Tetapi itu akan memperkuat kredibilitas orang tsb. Jika Anda bisa memilih perusahaan untuk investasi (asumsikan kondisi perusahaan adalah seimbang), manakah perusahaan yang lebih Anda percaya, perusahaan dengan CEO seorang lulusan S3 atau perusahaan dengan CEO seorang lulusan S1?

Keputusan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi sebaiknya adalah untuk ilmu, bukan sekedar keren gelarnya. Setelah lulus S2 apakah aku bisa dikatakan sukses? apakah aku akan lanjut S3? aku hanya bisa bilang, “Tunggu saja, kita lihat nanti” 😊