20 Mei 2013
Red Black Heart
Ada sesuatu yang berbeda. Itu yang kurasakan saat pertama kali berkenalan dengannya. Karena kesibukan, aku tidak ingat namanya bahkan wajahnya. Setiap ada kesempatan bertemu kembali, aku memperhatikan dirinya dengan seksama. Ada rasa penasaran yang membuatku berpikir. Pada suatu kesempatan, kami bertatap muka sambil bercakap-cakap. “Biasa aja, gue ngga mungkin suka sama dia”, kataku dalam hati. Aku meyakinkan diriku bahwa dirinya tidak menarik.
Suatu hari, dia lewat sambil tersenyum kepadaku. Sejenak waktu terasa berhenti, aku diam terpaku. Sekian detik aku tidak bisa mendengar apapun selain detak jantungku. Terang telah menyinari sudut hatiku yang tertidur dan membangunkannya dengan kehangatan. Setelah dia berlalu, aku tersenyum sendiri. Aku merasa senang. Aku mulai sering memikirkan dirinya. Aku sadar, ternyata aku mulai menyukai dirinya. Aku lalu bertanya kepada diri sendiri, apa yang kusuka darinya. Jawabannya hanya: aku suka dia, kehadirannya membuatku merasa senang, sesederhana itu.
Ketika tiba saatnya menyukai seseorang, aku lalu teringat film Proposal Daisakusen. Dari semua film seri yang pernah aku tonton, Proposal Daisakusen adalah film seri terbagus yang aku rekomendasikan. Mulai dari plot cerita, karakter pemain, soundtrack, hingga visualisasi, komposisinya di tiap episode begitu memikat. Dari film ini, aku belajar bahwa aku harus lebih berani dan spontan mengekspresikan perasaanku. Orang yang selalu menunggu waktu yang tepat untuk melaksanakan kata hatinya akan menyesal karena hari esok mungkin tidak akan pernah ada kesempatan lagi.
Apakah hati ini merah sesaat bernyanyi sebentar kemudian kembali hitam diam dalam tenangnya? atau merah dan hitam saling merefleksikan pertanda untuk mencoba lebih berani? Masih ada waktu. Bukan menunggu, melainkan merasakan. Di hari terakhir langkahku terhenti di depannya, pertanyaan itu akan terjawab.
Sebagai penutup, untuk dia aku meminjam verse1 lirik lagu “Mirror” – Justin Timberlake:
Aren’t you something to admire, cause your shine is something like a mirror
And I can’t help but notice, you reflect in this heart of mine
If you ever feel alone and the glare makes me hard to find
Just know that I’m always parallel on the other side
Langganan:
Postingan (Atom)
