Kemarin aku bangun pagi dengan perasaan tidak enak. Bangun pagi
perasaan sudah sedih, kupikir itu hanya perasaan saja yang dengan
berjalannya hari akan berlalu. Kucoba memulai hari dengan rutinitas
seperti biasa. Namun hari itu, ada sesuatu yang berbeda.
Pagi-pagi aku pergi ke kantor dan langsung mengikuti kelas bahasa
Inggris hingga pukul 11.00. Setelah itu aku kembali ke ruangan tempat
kerjaku. Di situ, salah seorang temanku bertanya, “Udah dengar kabar
belum soal MW?” Akupun balik bertanya, “hah!? MW? kabar apa?” Temanku
memberitahu bahwa MW telah tiada dan aku begitu shock mendengar berita
itu.. aku masih tidak percaya dan temanku meyakinkan bahwa berita itu
memang benar. MW telah meninggal karena penyakit jantung yang
dideritanya..
Martin Wirawan a.k.a. MW (09-2) adalah teman sekaligus rekan kerja
kami. Organisasi kami memiliki Network Administrator yang terbaik dan
Martin adalah salah satunya. Sebagai seseorang yang memiliki impian dan
cita-cita sebagai programmer game, Martin telah meninggalkan kenangan
yang manis di ingatan kami.
Usianya yang terbilang masih muda (21 tahun) membuat kami semua
merenung. Mimpi-mimpi yang pernah diceritakannya, gelar S.Kom. yang
belum didapatkannya, dan masih banyak hal lainnya. Pertanyaan pun muncul
dalam benakku, “Kenapa MW? Kenapa bukan orang lain yang tidak punya
semangat dan tujuan hidup?” Aku tidak habis pikir.. terlintas juga di
benakku, seandainya hari esok tidak pernah datang untukku, apakah aku
sudah siap?
Aku jadi teringat sebuah mimpi yang membuatku takut. Di mimpi itu aku
melihat sebuah film diputar. Film itu seperti film kuno dan aku begitu
terkejut ketika melihat bahwa aku menjadi salah satu pemerannya. Ya,
gulungan roll film itu berisi rekaman kehidupanku. Aku bisa melihat masa
laluku di situ, perbuatan baik dan jahat yang pernah aku lakukan. Di
akhir mimpi, aku melihat ada yang memegang gulungan roll filmku dan
melebarkannya. Saat itu aku bisa merasakan bahwa dia tidak mau melihat
lagi film lama yang diputar ulang dan dia memberiku kesempatan untuk
membuat film yang lebih baik dengan gulungan roll yang baru. Saat
terbangun, aku sadar bahwa hidup adalah kesempatan.
Selamat jalan Martin, semangat dan impianmu akan kami kenang dan kami
lanjutkan. Terima kasih karena telah menjadi bagian yang memperindah
kehidupan kami.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar