22 Apr 2011

If Life is so Short

Kemarin aku bangun pagi dengan perasaan tidak enak. Bangun pagi perasaan sudah sedih, kupikir itu hanya perasaan saja yang dengan berjalannya hari akan berlalu. Kucoba memulai hari dengan rutinitas seperti biasa. Namun hari itu, ada sesuatu yang berbeda.

Pagi-pagi aku pergi ke kantor dan langsung mengikuti kelas bahasa Inggris hingga pukul 11.00. Setelah itu aku kembali ke ruangan tempat kerjaku. Di situ, salah seorang temanku bertanya, “Udah dengar kabar belum soal MW?” Akupun balik bertanya, “hah!? MW? kabar apa?” Temanku memberitahu bahwa MW telah tiada dan aku begitu shock mendengar berita itu.. aku masih tidak percaya dan temanku meyakinkan bahwa berita itu memang benar. MW telah meninggal karena penyakit jantung yang dideritanya..

Martin Wirawan a.k.a. MW (09-2) adalah teman sekaligus rekan kerja kami. Organisasi kami memiliki Network Administrator yang terbaik dan Martin adalah salah satunya. Sebagai seseorang yang memiliki impian dan cita-cita sebagai programmer game, Martin telah meninggalkan kenangan yang manis di ingatan kami.

Usianya yang terbilang masih muda (21 tahun) membuat kami semua merenung. Mimpi-mimpi yang pernah diceritakannya, gelar S.Kom. yang belum didapatkannya, dan masih banyak hal lainnya. Pertanyaan pun muncul dalam benakku, “Kenapa MW? Kenapa bukan orang lain yang tidak punya semangat dan tujuan hidup?” Aku tidak habis pikir.. terlintas juga di benakku, seandainya hari esok tidak pernah datang untukku, apakah aku sudah siap?

Aku jadi teringat sebuah mimpi yang membuatku takut. Di mimpi itu aku melihat sebuah film diputar. Film itu seperti film kuno dan aku begitu terkejut ketika melihat bahwa aku menjadi salah satu pemerannya. Ya, gulungan roll film itu berisi rekaman kehidupanku. Aku bisa melihat masa laluku di situ, perbuatan baik dan jahat yang pernah aku lakukan. Di akhir mimpi, aku melihat ada yang memegang gulungan roll filmku dan melebarkannya. Saat itu aku bisa merasakan bahwa dia tidak mau melihat lagi film lama yang diputar ulang dan dia memberiku kesempatan untuk membuat film yang lebih baik dengan gulungan roll yang baru. Saat terbangun, aku sadar bahwa hidup adalah kesempatan.

Selamat jalan Martin, semangat dan impianmu akan kami kenang dan kami lanjutkan. Terima kasih karena telah menjadi bagian yang memperindah kehidupan kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar