4 Agu 2013

Serius Jatuh Cinta Diam-diam

“Ru, muka lo serius banget!” begitu kata seorang teman yang menghampiriku saat aku sedang berkutat di depan komputer. “Hah? Enggak ah, biasa aja”, kataku menampik. Tidak hanya di depan komputer, beberapa teman juga bilang mukaku serius ketika aku sedang mengerjakan sesuatu padahal aku sedang dalam modus tenang dan santai. Karena sering dibilang muka serius, aku jadi membayangkan.. saat sedang di depan komputer muka serius, baca buku muka serius, lagi makan muka serius, di toilet muka serius… teman-teman memang kadang bisa melihat apa yang tidak kita lihat pada diri sendiri. Akhirnya, tiap kali ada yang bilang mukaku serius, dengan santainya aku akan bilang, “nggak kok, emang udah default muka gw begini”.


Sekarang, aku serius jatuh cinta diam-diam. Kalau dia itu sebuah planet, aku mau jadi satelit yang selalu mengitarinya. Dia itu seperti magnet buat mataku. Ke mana dia beredar, mataku selalu tertuju ke arah dia. Pernah saat sedang asiknya memandang dia dari samping belakang, tiba-tiba.. *zink* dia melirik ke arahku. Bulatan hitam matanya mengunci diriku mematung tak berkutik. Dengan respon yang terlambat, perlahan aku memutar kepala agar mataku bisa lepas dari matanya.

Saat melihat dirinya, ada beberapa pertanyaan yang aku ajukan kepada diriku sendiri. Aku berpikir apa aku bisa komitmen suka sama dia. Kalau dia sudah tua, secara fisik tidak menarik lagi, apa perasaanku ke dia nantinya masih bisa tetap sama? Kadang dia kelihatan berkilau, kadang kelihatan lusuh. Apapun kondisinya, setiap ada kesempatan melihatnya aku seperti berada di sebuah taman yang udaranya sejuk. Taman yang tadinya hanya dipenuhi tumbuhan hijau akan berubah menjadi taman berbunga tempat kupu-kupu bermain kalau melihat dia tersenyum. Bagaimana cara membuat dia tersenyum dengan kehadiranku menjadi pertanyaan berikutnya.

Sabtu 27 Juli 2013, aku membeli buku “Manusia Setengah Salmon” dan “Marmut Merah Jambu” yang ditulis Raditya Dika. Kegilaan yang disajikannya dalam video stand up comedy di Youtube membuatku tertawa dan tertarik untuk membaca buku yang ditulis olehnya. Baru selesai baca bab pertama buku Marmut Merah Jambu, ceritanya pas sekali dengan pengalamanku saat ini. Judul bab pertamanya adalah “Jatuh Cinta Diam-diam”. Ya, blog kali ini kutulis karena terinspirasi dari cerita di buku itu. Ceritanya berbeda dengan ceritaku, tetapi intinya sama. Mereka yang jatuh cinta diam-diam… kenapa diam-diam?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar