22 Nov 2014

One Birthday Eve


Satu hari menjelang ulang tahun saya, saya tidak dapat menahan tangis.. perasaan kehilangan orang yang saya cintai. Orang itu sangat menyayangi saya. Dia selalu mengingat hari ulang tahun saya. Beberapa hari sebelum ulang tahun saya, biasanya dia pasti akan menanyakan saya mau makan apa. Dia selalu memasak dan membelikan makanan yang enak untuk merayakan ulang tahun saya. Tahun lalu dia membelikan saya kue ulang tahun untuk pertama kalinya. Itu adalah hal yang tidak biasa. Keluarga kami tidak seperti keluarga lainnya yang biasa merayakan ulang tahun dengan birthday cake. Namun kali itu, dia sangat ingin membelikan saya kue ulang tahun. Orang itu adalah mama saya.

Hal yang sangat kuinginkan saat ini adalah bertemu dengan mama. Aku ingin mendengar suara mama membangunkanku di pagi hari. Aku ingin melihat wajahnya yang menaruh harapan dan semangat pada diriku. Aku rindu mendengar ceritanya, walau itu mungkin hanya cerita tentang sinetron di televisi.

Kalau dia melihatku menangis saat ini, dia mungkin akan memarahiku dan bilang “jangan cengeng!” Dia tidak suka melihat orang menangis. Dia pun tidak suka menangis dan terlihat tangguh. Pada saat dia kesakitan aku tidak pernah melihatnya menangis maupun minta perhatian. Dia berprinsip tidak mau menyusahkan orang lain.

Oh… Tuhan yang telah menuntunnya keluar dari kegelapan dan menggenggam tangannya di bawah langit merah, semoga Tuhan membimbing mama, meletakkan sukacita dan damai sejahtera di jiwanya karena dia telah bertemu dengan-Mu dan menyingkapkan salah satu misteri semesta alam.

Aku ini anak kesayangannya, anak yang selalu dibangga-banggakannya, dan aku merindukannya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar